Minggu, 10 Desember 2017

Tukar Jiwa

Dari sekian banyak orang yang tidak menginginkan kan kita, pasti ada aja seseorang yang selalu ingin kita tetap berada di sana. Bahkan dari sekian banyak orang yang tidak menganggap kita akan ada seseorang yang menjadikan kita yang paling utama. Entah dengan alasan apa, tapi bagi nya kita harus tetap tinggal.
Sedikit senyum banyak khawatir nya, sesekali takut. Ketakutan yang menghantuinya adalah ketika kita beranjak pergi, yang dalam benak nya akan selamanya.
Lalu, jika ada yang bertanya tentang alasan sampai saat ini tetap bertahan mungkin seseorang itu bisa jadi sebab nya. Kadang terlalu berat untuk meninggalkan keadaan yang membuat kita tidak nyaman hanya karena ada seseorang yang buat kita tetap berdiri, seolah baik-baik saja. 
Sekuat apapun alasan seseorang mempertahan kita jika yang menjalani nya tidak nyaman maka hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pergi, tanpa meninggalkan apapun termasuk jejak dan bayangan. Sesendu apapun seseorang itu meratapi nya tapi setidaknya kita memang harus mencari kenyamanan dan hidup diantara orang-orang yang mayoritas menginginkan kita tetap ada.

Rabu, 22 November 2017

Si Raksasa yang Rendah Hati

Hockey UNJ juara lagi bray…….. 
Bagi sebagian alumni akan selalu merasa bangga dengan kabar ini, bagi orang-orang yang care sama hockey UNJ pasti sangat menantikan kabar ini, bagi tim lawan mungkin bakal nanggepin ini dengan kalimat “hmm….” Sambil kipas-kipas pake kardus bekas, saking gerah nya UNJ sulit di lawan. Namun, kemenangan Tim UNJ di event “Universitas Indonesia Indoor Hockey Turnament” yang di selenggarakan tanggal 17-21 November itu memberikan kesan tersendiri terutama bagi tim hockey putra UNJ. Mengapa demikian?
Kamu harus tau kalo event kemarin menjadi gelar JUARA ke lima kali nya yang di raih tim Putra UNJ tahun 2017 ini, mereka sapu bersih setiap kejuaraan yang diikuti, arti nya resmi sudah gelar Grand Slam- istilah yang digunakan dalam cabang olahraga tenis, untuk menerangkan memenangi empat turnamen. 

Foto by UNJ Hockey

Kemenangan pertama di awal tahun 2017 lalu mereka raih di IHRPT ITB. Lalu tak selang waktu lama gelar juara mereka raih di Invitasi Hoki Ruangan Mahasiswa se-DKI Jakarta, kemudian pada bulan April di kandang sendiri UNJ berhasil ada di podium tertinggi pada event Kejuaraan Hoki Ruangan Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Piala Bergilir Menpora RI. Tidak hanya jago kandang, tim putra hoki UNJ juga berhasil membuktikan diri nya di Invitasi Hoki Ruangan ISTN dengan hasil yang memuaskan, selain menjadi juara mereka juga sapu bersih tanpa ke jebolan satu pun. Tak tanggung tim putra UNJ juga menuntaskan misi nya di event Universitas Indonesia Indoor Hoki Tournament sebagai penutup kalender event hoki antar perguruan tinggi dan lengkap sudah gelar Grand Slam melekat pada raksasa ini.

“Meraih kemenangan itu mudah, mempertahankan nya sulit…”
Segala sesuatu itu tidak ada yang mudah, demikian juga dengan semua yang di raih oleh tim putra UNJ. Semua itu hasil dari proses dan kerja keras, tidak semata-mata “abakadabra….” Atau “tring….”.
Jika mereka puas mungkin mereka akan berhenti di satu atau dua event namun karena mereka tidak pernah berhenti untuk latihan..latihan....latihan jadilah mereka seperti itu. 
Satu hal yang tak kalah penting dan patut di acungi jempol adalah prinsip mereka untuk tim adalah menjadi raksasa yang rendah hati. 


Minggu, 19 November 2017

Babak Kualifikasi PORDA

Kita bukan ampibia yang hidup di dua alam, kita hanya seorang warga negara yang mempunyai administrasi antara lain Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk. Ah... Kamu pasti bingung kan apa maksud nya?

Di Indonesia ada event nasional atau sering kita kenal dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak tahun 1948 di solo, PON yang terakhir dilaksanakan di Jawa Barat dan yang selanjutnya PON ke 20 akan di laksanakan di Papua tahun 2020. Event ini sebagai ajang para atlet untuk membela daerah nya.
Bagaimana dengan aku?
PON tahun 2020, sempat ada pikiran untuk bermain membela DKI Jakarta, tapi ternyata tidak bisa dengan beberapa alasan. Jadilah aku harus main di Jawa Barat, tapi itu juga tidak mudah. Aku harus melewati banyak hal untuk bisa bermain dan terpilih menjadi ada di Tim Jawa Barat. Apakah ini mimpi?
Aku rasa bukan, tapi lebih dari itu.. ini adalah hal yang harus aku jalani jika aku ingin bermain untuk Indonesia membela Merah Putih dan berjuang secara nasionalisme, karena hanya ada diantara event antar mahasiswa tidak cukup mengantarkan aku menjadi tim Nasional.
Fakta nya ternyata untuk ada di komposisi tim Jawa Barat juga tidak mudah, mengingat banyak atlet hockey yang tersebar dimana-mana. Juga tahapan nya juga aku harus bermain di Pekan Olahraga Daerah yang diadakan pengprov hockey JABAR.
Mengingat hal itu, aku pun harus bermain mewakili Garut dulu di ajang PORDA itu.

Kemarin tanggal 16 sampai 18 November Babak Kualifikasi PORDA untuk cabang olahraga hockey Field dilaksanakan di Jalak Harupat, Bandung.
Ibu Surtini yang meminta langsung aku bermain di sana membela Garut, tentu saja aku sangat bersedia. Mengingat aku sampai sekarang belum bermain membela Garut. Waktu PORDA tahun 2014 lalu bahkan aku tidak ada, baik di nomor hockey indoor maupun hockey Field.
Kemarin meskipun harus bertanding di nomor hockey field setidaknya aku bermain dengan sepenuh hati, jiwa dan raga. 

Tahun 2012 aku gagal berada di tim untuk membela Garut. Waktu itu aku berpikir keras kenapa aku Gagal, padahal aku sama dengan yang lain mengikuti setiap sesi latihan, menjalankan intruksi, berkorban dan melakukan semua nya sepenuh hati. Namun pelatih yang saat itu di percaya memegang tim Hockey Indoor Garut itu tidak sedikitpun melirik Eva Suryati. 
Hari itu adalah hari Minggu, setelah selesai latihan sesi pagi daftar nama pemain yang akan bertanding di bacakan. Aku duduk di barisan paling depan dengan banyak harapan ada nama Eva Suryati.
Nama demi nama di bacakan...
Risma...
Cucu..
Amvi....
Dia...
Dia...
Dia....
Mereka....
Sampai di daftar nama yang ke-12 nama Eva tak kunjung disebutkan. 
Ternyata aku tidak ada di TIM.
Setelah selesai sesi latihan aku pulang, entah dengan dendam atau tanpa dendam. Aku hanya berpikir saat itu aku kehilangan kepercayaan diri. 
Apakah aku berhenti di sana?
Sampai detik ini aku masih tetap latihan, jika waktu itu untuk sekolah Sekarang untuk almamater. Setelah itu aku tidak berharap banyak untuk bisa bermain membela Garut. Tapi, Tuhan punya skrenario lain. Babak kualifikasi PORDA kemarin menentukan apakah aku akan ada di Tim atau tidak.

Hockey Field Garut

Tim Garut

Tim Hockey field Garut adalah tim Sangkuriang. Mengapa demikian? Karena kami baru bisa bareng seluruh anggota tim itu H-5. Anggota TIM nya juga random banget, dari seluruh pelosok Garut tidak seperti tim Hockey Indoor yang seluruh anggota tim nya adalah siswa SMAN 26 Garut. Secara logika mereka selalu latihan setiap hari. Sedangkan komposisi hockey field ada beberapa orang dari UNJ, dari UNSUR Cianjur, dari SAMA 26 Garut, juga dari 11 Garut.
Tantangan nya tidak hanya itu, tapi juga tentang keterbatasan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Tidak semua orang menguasai teknik hit, tidak banyak juga ya menguasai teknik slap. Juga semua masih terus beradaptasi dari hockey indoor ke hockey field. Tapi tekad ku hanya satu dalam menghadapi ini.
"Saya adalah pemain hockey, saya terlahir untuk bermain hockey terlepas itu hockey indoor maupun hockey field. Jika yang ingin mereka kalahkan adalah seorang pemain hockey indoor mereka keliru karena aku pemain hockey sejati" cieelaaah.... Wkwkwkw

Hasil Babak Kualifikasi PORDA

Hockey indoor lebih dulu dipertandingkan, tapi kontingen hockey Garut berangkat bareng.
Sambil menunggu pertandingan sesungguhnya kami melakukan dua kali uji tanding lawan kota Bandung yang hasil nya kalah telak 7-0 untuk kota bandung. Lalu di hari berikutnya kami uji tanding melawan hockey Kabupaten Bandung dan kami kalah 2-0, point untuk kabupaten Bandung.

Dengan semua keterbatasan tim, kami mulai membangun nya sama-sama. Bermula dari saling mengenal karakter masing-masing sampai menyatukan tekad dan tujuan untuk hockey Garut.

Hari yang ditunggu tiba..
Hockey Garut berada di Pool X yang komposisi  nya ada tim Hockey Garut, Kota Bandung, Cianjur dan Cimahi.
Pertandingan pertama kita melawan hockey Kota Bandung. Strategi yang dipilih adalah bertahan total atau kita sering menyebutnya dengan parkir bis. 
Kuarter pertama kami masih bisa nahan, tapi di kuarter ke 2 di menit akhir kami kebobolan 2 gol secara berturut-turut.
Di kuarter ke 3 kita melakukan serangan balik dan berbuah satu gol. Tapi di kuarter terakhir kota Bandung berhasil mencetak gol dari finalty corner. Skor berakhir dengan 3-1 untuk kota Bandung.

Hari ke dua kami melawan tim Hockey Cianjur, karena kekuatan tim kita hampir sama maka strategi yang dipilih adalah serangan terbuka. Semua nya berjuang dan skor berakhir dengan 3-1 untuk kabupaten Garut. Alhamdulillah bisa menang..

Hari ketiga, kami melawan tim Hockey Cimahi dengan pola yang sama, aku ada di posisi striker yang partner nya selalu berubah-rubah. Kadang dengan Taoziah, sesekali dengan Mila kadang juga dengan Kiran.
Hasil nya Alhamdulillah patut di syukuri karena kami menang 6-0.

Tim Hockey Garut berada di Runner up pool X yang juara pool nya Kota Bandung.

Lalu kami bersiap untuk PORDA tahun 2018, bismillah....

Oktober

Hai, Long time no see... Setelah postingan terakhir di tanggal 15 bulan Oktober lalu. Pasti nya banyak banget yang ingin aku ceritain, termasuk alasan aku baru nulis hari ini. Ah ralat.. maksud nya alasan kenapa baru post di blog hari ini. Oke kita mulai....

Alasan Hanya Alasan bukan Usul Punya Usul
Sebenarnya, aku tetap menulis meskipun tidak setiap hari. Tapi, aku tetap menggarap target menulis 1000 kata setiap menulis. Sekarang aku mulai terbiasa dengan 1000 kata setiap menulis. Namun hal yang aku temui saat menyelesaikan tulisan itu adalah aku tidak mau ada orang yang tau. Sebenarnya ini juga faktor penghambat jarang posting juga.
Lalu aku ada rencana untuk mengirim tulisan-tulisan itu ke beberapa penerbit jika sudah lengkap. Mulai dari aku menulis 1000 kata itu aku jadi filter mana yang harus aku share di blog dan mana yang harus aku simpan dulu.
Bagi orang yang sudah terbiasa dan profesional mungkin bisa membagi waktu untuk menulis berbagai tulisan yang akan di simpan dan di share, tapi aku belum. Masih labil feel nya jika harus berbeda tema antara satu sama lain. Mungkin memang harus mencoba lebih banyak lagi untuk melakukan hal itu. Semoga ke depan nya dimampukan.

Beberapa di Jalani

UPSI MALAYSIA
aku masih diberi kesempatan untuk membela almamater di event UPSI yang ke 11 tahun 2017 ini. Kalo di tanya pikiran awal tentang event ini adalah mungkin yang akan berangkat mahasiswa tingkat awal a.k.a mahasiswa baru antara angkatan 2017 dan 2016. Namun ternyata tidak, buktinya di tahun ke 4 aku menjalani kuliah di UNJ masih diberikan kesempatan untuk ada di TIM ini.
Bisa jadi ini adalah UPSI paling berkesan karena akhirnya setelah kekalahan tahun lalu dan tak mendapatkan peringkat apapun, di tahun ini kami dapet peringkat 4. Ah bukan hanya tentang peringkatnya tapi tenang tim yang ada di sana, bagi ku benar mereka adalah rekan satu tim, kita memulainya dari awal, dari tidak saling mengenal, namun akhirnya perlahan memahami satu sama lain tentang semua sentuhan antara bola dan stik, tentang pergerakan, tentang cover satu sama lain dan semua aspek tim di dalam nya termasuk kekeluargaan, perhatian atas rasa peduli dan kekompakan.
Komposisi tim nya adalah Ira Permata Sari sebagai penjaga gawang tunggal, ada Dita, Isham, Rika, Risma, Ziah, Rayhan dan tentu nya aku.


Memilih Satu Diantara Dua
Setelah pulang dari Malaysia, ada event yang menyambut, diantara nya kejuaraan antar perguruan tinggi yang diadakan Universitas Indonesia di lapang Tifosi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lalu di Jawa Barat juga ada Event Babak Kualifikasi PORDA yang dilaksanakan di Stadium hoki Jalak Harupat, Bandung.
Sampai detik pemilihan tim untuk bertanding di UI aku masih bisa berharap ada di Tim, karena memang jadwal ya agak sedikit bentrok. Kejuaraan antar perguruan tinggi itu berlangsung pada tanggal 17 sampai 22 sedangkan Babak Kualifikasi PORDA berlangsung dari tanggal 16-18 November.
Tentu yang harus aku jalani duluan adalah event hoki di Jawa barat.
Setelah pengumuman tim dan keputusan nya aku tidak ada dalam barisan membela almamater baru lah aku mengikhlaskan, ini adalah momentum pertama aku tidak terpilih tim selama kuliah di UNJ. Sebenarnya gak mau juga melewati satu event. Tapi, ketika jalan kita tertutup maka ada jalan orang lain yang lain yang terbuka. Jadilah aku fokus pada babak Kualifikasi PORDA, yang selanjutnya akan di ceritakan secara terpisah. 



Minggu, 15 Oktober 2017

Pilihan

Selama hidup yang gue jalani, ada beberapa kesempatan gejolak hidup yang harus gue lalui dengan pilihan. Beberapa kali gue berhasil dalam memilih jalan yang harus gue pilih, namun beberapa kesempatan juga gue  gagal manfaatinnya hanya karena takut nya gue menanggung resiko dalam beberapa pilihan. Apakah gue nyesel? gue berpikir sejenak dan terus bertanya tentang hal ini. 
Mungkin gue sempet ngerasa nyesel, bahkan pada saat perasaan itu muncul jadilah gue merasa bahwa hidup yang gue jalani saat itu gak begitu berarti seperti sebelumnya. Tapi lambat laun seiring dengan berjalannya waktu gue akhirnya paham banyak hal, di balik semua nya ada banyak hal yang bisa gue syukuri, bahkan terkadang untuk hanya sekedar sembuh dari luka penyesalan adalah dengan sebuah penerimaan.
Hari ini pilihan itu datang lagi, jika kemaren yang gue lakukan ketika dua pilihan ada di tengah perjalanan hidup gue yang gue lakukan adalah meminta pendapat beberapa orang yang gue percaya, tapi untuk saat ini gue gak mau lagi melakukan itu. Kesempatan memilih ini akan gue manfaatkan secara maksimal, semampu apapun yang gue bisa. Alasan nya bukan karena gue sudah master untuk memilih, tapi lebih karena ini adalah hidup gue, apapun pilihan yang gue pilih akan gue jalani nanti nya. Resiko apa pun yang harus gue tanggung serumit apapun akan membuat gue dewasa.
Gue rasa asalkan kita gak lupa dari mana kita berasal, bagaimana kita melewati semua nya dengan bantuan banyak orang, tidak melupakan orang sekeliling dan sahabat tentunya, semua akan baik-baik saja. everything it's gonna be oke, alright?
Bapak bilang, "terserah mau menjalani hidup dimana pun, yang pasti harus selalu tetap hidup dalam kejujuran, dalam kebaikan, jangan ikut campur urusan orang, fokus sama hidup sendiri aja"
lalu di perkuat lagi sama kalimat mama yang bilang "terserah orang mau bilang apa, mau bagaimana ke kita. Hal yang penting adalah kita tetap biasa aja sama orang tersebut."

Senin, 25 September 2017

Pengakuan

Sebulan sudah hampir akan berakhir, namun tak ada garapan kalimat, bahkan tak ada satupun bajakan huruf yang menjejal di microsoft word. Padahal secara tidak langsung sudah berikrar untuk bisa konsisten menulis 1000 kata per hari, di acara "Smart Writing to Aid our Generation" tanggal 9 September. Artinya pohon kehidupan sampai sekarang belum di tanam, padahal sudah di tegaskan bahwa pohon itu akan tumbuh kokoh dan berbuah di 20 tahun ke depan. Lalu jawaban apa yang akan keluar jika 20 tahun ke depan ada yang bertanya, "sudah menanam pohon apa di kehidupan ini?".
Jika di tuliskan dan di cari faktor apa saja yang menghambat dalam lalai nya tugas itu, maka semua akan dijadikan alasan dan cenderung membela diri sendiri. Padahal sangat jelas diri ini lalai.
Hal yang pasti membuat semua nya tidak maksimal adalah karena bulan ini bener-bener hectic. Pagi harus berangkat ke sini, siang sudah harus melakukan itu, lalu sore sampe menjelang malam latihan. Sampai saat ini hanya itu yang membuat nya kacau, tapi cabang nya banyak. Semua rasa juga campur aduk, capek, lelah, pusing, lesu dan perasaan ingin terus beristirahat jika ada waktu luang. Awal nya sempet kepikiran untuk tetap menulis di perjalanan sambil menanfaatkan waktu, tapi karena yang di pilih transportasi umum busway jadi mana sempet pegang HP untuk ngetik, yang ada satu tagan pegangan karena berdiri, tangan yang lain sibuk bawa tentengan. Pernah juga di coba mungkin di perjalanan tempat mencari inspirasi dan di ekseskusi setelah di rumah atau di waktu luang lain nya dimana pun. Tapi, tidak berhasil juga karena ketika ada waktu luang pasti digunakan untuk istirahat, akhirnya terbengkalai sampai sekarang. Untuk menulis sebanyak 1000 kata minimal kita harus membaca 2000 kata, melihat banyak kejadian untuk di angkat (intinya sih peka sama lingkungan). Sebab dari yang di baca digital maka tulisan yang keluar pun hanya balasan chat personal dan grup di beberapa aplikasi android.  Hooooa.... generasi macam apa aku ini, 😫
  

  

Senin, 04 September 2017

Hockey 2014

"No place like a home but hockey is my family"
Masih nyambung sama postingan aku sebelumnya, di hockey UNJ aku juga punya teman satu angkatan, tidak hanya seputar junior dan senior saja. Pas awal masuk sebenarnya jumlah anak hockey angkatan 2014 itu ada 15 orang, bahkan lebih karena ada yang masuk lalu keluar lagi. Sekarang yang bertahan hanya tinggal 10 orang, 5 orang di huni putri dan sisa nya putra. Diantara nya ada aku sendiri, Risma, Rika, Jannah, Kiki, Fauzur, Fahmi, Mamet, Yogi dan Bara.

Punya temen satu angkatan itu enak, berasa punya teman seperjuangan-sepenanggungan. Di tengah-tengah tekanan para senior juga kita bisa bertahan salah satu nya karena ada temen satu angkatan jadi berasa gak sendirian. Diantara kami semua nya punya watak masing-masing, apalagi yang putra nya. Watak mereka sudah mulai keliatan pas selesai OBCB (Outdor Based Character Building) tahun 2015. Di perjalanan kami tak semua nya sependapat dalam menjalani banyak hal. Kami sudah melewati menjadi panitia syukuran, panitia RAT dan Raker, panitia halal bihalal, panitia buka puasa juga. Semua kami jalani satu-satu, ketua pelaksana nya giliran yang putra-putra itu. 

Jadi Panitia Buka Puasa Bersama 2015

Sistem pembinaan perkumpulan hockey UNJ yang terstruktur dan terorganisir membuat kami perlahan dewasa, menyikapi setiap perbedaan satu sama lain. Sekarang angkatan kami sudah masuk pada tahap panitia inti pagelaran-pagelaran besar agenda wajib perkumpulan hockey UNJ. Sekarang yang sedang akan di jalani adalah kejurnas pelajar yang ketua pelaksana nya Fauzur, tentu kami support.   meskipun dia ketua pelaksana nya tapi ini bagian kami untuk ikut andil dalam proses memberikan gambaran sebuah organisasi kepada junior-junior.  


2015

Dulu junior, sekarang udah punya junior. Inget pesan bang Aco "kita hanya punya junior, karena jadi senior itu ketika kita lulus.", pesan bang abeng juga jangan dilupain "jangan pernah lelah untuk belajar". Sekarang kita juga tidak hanya memberi apa yang sudah kita dapat ke junior tapi lebih dari sekedar itu kita juga sedang belajar menjadi pribadi yang punya junior yaitu "senior".
Karakter seseorang itu tidak pernah bisa di rubah, tapi kalo kita bisa sama-sama saling menghargai dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik sesuai versi masing-masing persaudaraan kita akan seterus nya. Jalan sukses itu berbeda-beda, mudah-mudahan kita bisa sukses bersama meskipun dengan jalan nya masing-masing.