Kamis, 22 Juni 2017

Sesi Latihan Gagal

Saya pikir di program nulis random hari ini saya bisa bercerita bahagia dan haru biru ketemu adek-adek kelas yang ikut ekstrakulikuler hockey di SMA. Tapi ternyata tidak, saya hambar menulis ini. Ada sesuatu yang berbeda, di sana.... Iya di sana...!
Udah niat banget mau latihan, tinggal ganti celana jeans pake lagging sama rok aja. Pas nyampe sekolah karena teman-teman nya ga lengkap, terus beberapa adek kelas juga banyak canggung nya jadi suasana nya kurang akrab. Ditambah lagi dengan mulai latihannya sore banget, jadi nya mikir-mikir lagi buat ganti baju, karena tanggung banget. 
Jadi nya ya ga latihan, ga asik banget kan. Padahal bakalan jadi seru banget kalo bisa game bareng sambil nunggu buka puasa. 
Parah nya lagi hari tadi adalah hari terakhir latihan di Bulan Ramadhan, karena sabtu (jadwal latihan nya) libur soal nya kan hari minggu lebaran. 
Lalu bagaimana saya melewati hari ini? 
Emh, sempet ada kecewa nya, tapi akhirnya bersyukur juga mungkin Allah punya rencana lain kenapa hari ini terjadi seperti ini.

Rabu, 21 Juni 2017

Tamu Hati

"Tok..toktoook...." suatu pintu di ketuk, 
Hening 
"Tok...tok....tok..."
Tidak ada jawaban.
"Tok..tok.." suara ketukan pintu semakin melemah
"Tok" ketukan terakhir.
RESAH, kata itu cukup menggambarkan keadaan yang di rasakan orang yang mengetuk pintu, berharap yang di harapkan segera datang. Namun sampai ketukan terakhir tak ada tanda-tanda pintu akan terbuka.
Berbeda dengan orang yang berada di dalam rumah.
Dia mendengar suara pintu dari ketukan pertama.
"Tok..toktoook...." dia beranjak dari tempat dia duduk dan mendekati pintu.
"Tok...tok....tok..." dia tepat berada di belakang pintu, ada harapan di sana
"Tok..tok.." saat dia memegang gagang pintu tetiba ingatan masa lalu nya tergambar jelas dan ada dalam benak nya.
"Tok" dia merasakan konflik batin nya begitu hebat.
Berpikir sejenak....
Berpikir lagi...
Konflik batin,
Setelah di bergelut dengan pikirannya sendiri akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu.
Ceklek......  Suara pintu terbuka
Saat pintu terbuka, dia tak menemukan siapapun disana.
"Kemana orang itu pergi..?" tanya nya dalam hati.
Dia terlalu lama berkonflik,
Terlalu lama memikirkan masa lalu nya, sampai akhirnya "Cinta pergi sebelum pitu terbuka".

Cerita Mudik 2017

Yeay.....  Alhamdulillah, sampai juga di Garut dengan selamat dan utuh. Perjalanan hari ini juga ramai lancar, malah di jalan lenggang soal nya berangkat dari kost san nya setelah shalat subuh. Berangkat sekitar pukul 05.00 WIB nyampe di pasar rebo pukul 06.15 WIB, nah cuma di pasar rebo nunggu bis nya lama banget. Udah pesimis duluan bakal nyampe jam berapa karena bis nya penuh terus. Sekitar pukul 07.10 WIB ada juga bis yang lumayan ga terlalu penuh, tapi tetap saja gak kebagian tempat duduk di kursi. Dapet nya duduk di tangga deket supir, lesehan. 
Biasanya orang-orang lagsung ke cililitan di pool primajasa nya jadi pas lewat pasar rebo hampir semua kursi udah di isi.  Ongkos nya juga jauh dari prediksi, dikira ga bakal naik kalo primajasa dan sekali nya naik ga banyak paling hanya Rp. 8.000,-. Ternyata naik nya sampe Rp. 10.000,- harga naik bis nya jadi 62.000,-.
Tapi perkiraan macet nya meleset, alhamdulillah. Tadi nya di prediksi mencapai 20 jam waktu perjalanan sekarang menjadi 7 jam a.k.a normal seperti biasanya, beda nya di bis nya aja yang penuh. 
Nah, buat temen-temen yang belum mudik saran saya mending pilih waktu yang tepat deh, bisa itu pagi banget atau malam banget. Semoga perjalanan nya lancar ya teman-teman, selamat bertemu dengan keluarga. 

Senin, 19 Juni 2017

Ini yang Ku Ingat

Sore menuju senja di kamar kost yang berukuran 4x4 seorang remaja usia 20 tahun sedang menikmati sore yang mendung di temani alunan lagu Bondan Prakoso and fead 2 black yang berjudul "ya sudahlah". Bersamaan dengan alunan musik itu tetiba pikiran nya melayang ke keadaan 7 tahun lalu di rumah sahabat sekolah dasar nya, Rijal. Tergambar sosok anak perempuan dengan penampilan ala anak seusia nya, dengan rambut sebahu di kuncir kuda lengkap dengan poni samping nya yang ia lempar ke sebelah kiri, mengenakan baju warna pink dan celana jeans selutut. Sedangkan di sebelah nya ada sosok laki-laki berumur sekitar 15 tahun mengenakan baju warna biru lengkap dengan jeans panjang nya. Gadis belia itu tampak malu dan menutupi rasa malu nya dengan menggerakan kaki kiri nya. mereka sedang berdiri di depan pagar rumah Rijal. 
“jadi gimana, kamu suka gak sama aku…” ucap sang lelaki, memecahkan hening di atas kebisuan kedua nya.
Sang gadis bersemu malu, terlihat semu merah di pipi kanan dan kiri nya.
“iya….” Jawab sang gadis akhirnya.
Entah apa yang dirasakan sang gadis saat itu, ia merasakan cinta nya bersambut. Cinta yang dia pendam selama beberapa bulan ke belakang itu. Pertemuan mereka bisa terjadi karena teman-teman nya yang memang sudah mengetahui perasaan sang gadis lebih dulu. Lili sahabat karib sang gadis sangat berperan penting atas pertemuan sore menjelang senja waktu itu. Pertemuan mereka tidak seromantis di sebuah cepren atau novel yang berlatar di danau atau taman yang indah, pertemuan meraka hanya berlatar di gerbang rumah Rijal, tapi itu lebih romantis dari  novel dan cerpen yang pernah di baca oleh sang  gadis.
Semua orang berhak mengatakan bahwa yang di alami Afifah, gadis yang cinta nya bersambut itu biasa saja, tapi tidak bagi Afifah. semua nya bukan hanya sekedar cinta monyet yang hanya menghiasi kisah cinta pada masa remaja awal. Itu salah, bahkan sangat salah, karena bukti nya sampai sekrarang dia masih merasakan hal yang sama tidak berkurang sedikit pun. Meskipun waktu dan keadaan sudah sangat tidak memungkinkan untuk dia tetap menggenggam rasa yang selalu dia rasakan itu.
Andra sudah membuat semua keadaan nya tak berpihak lagi, situasi nya sudah sangat jauh sekarang dan sangat sulit jika harus di kembalikan ke waktu 7 tahun lalu. Andra sudah memlilih wanita lain untuk berbagi perasaan, berbagi keluh dan kesah, juga berbagi kasih sayang. Sejak kelulusan tahun 2014 lalu, Afifah dan Andra tinggal di kota yang berbeda dengan bentangan jarak yang begitu berniat memisahkan mereka. Sampai detik ini dia menjaga cinta nya yang cuma hanya satu itu. Ia menggenggamnya meski keyakinan akan terulang masa 7 tahun lalu sangat sulit dan kecil kemungkinannya. Tak terasa putaran musik lagu bondan sudah berakhir, Afifah menghela nafas dalam. Memejamkan mata nya sejenak. Bukan bayangan 7 tahun lalu semakin memudar justru semakin pekat dalam bayangan ketika Andra menyanyikan lagu itu untuk nya di iringi dengan alunan gitar akustik, berlatar sama di rumah Rijal, hanya saja di ruang tamu bukan lagi di gerbang pintu masuk.
Perlahan dia membuka matanya, memikirkan lagi tentang kenyataan bahwa memang dia yang menyebutkan kata perpisahan dengan kata "putus".
“Fah, sebenar nya Andra bilang kalo dia mau putus sama kamu….” Lili memberi tahu tentang apa yang dia ketahui.
Afifah bergeming di tempat dia duduk, mencoba mencerna perkataan lili yang tidak masuk dalam benak nya. lalu lili mulai menceritakan kronologi nya ketika di kelas karena memang lili dengan Andra satu kelas di kelas 8D sedang kan Afifah di kelas 8A. dalam ceritanya lili menyebutkan bahwa memang Andra ingin mengakhiri hubungan nya dengan Afifah, padahal waktu itu mereka baru berpacaran dan menyandang sebagai pacar baru sekitar satu bulan lebih satu minggu.
Entah apa yang di pikirkan Afifah tapi semua logika nya tertutup dengan pernyataan itu karena merasa sakit hati nya dan akhirnya dia melakukan tindakan yang sampai sekarang ia menyesalinya. Sakit hati nya menutupi logikanya. Ia kira dengan mengakhiri nya sakit di hati nya perlahan memudar dan akan hilang, namun prediksi nya salah karena ternyata luka hati nya membuka luka-luka hati yang baru yang lebih membuat dia merasa tak ada apa-apa nya.
Pukul 19.05 WIB malam minggu di bulan juli minggu pertama, Afifah mengakhiri semua nya dan memulai luka baru yang tak berkesudahan. 
“Ndra…. Kita putus aja ya…” meskipun ragu Afifah akhirnya mengatakan
“Emang kenapa?” jawab nya masih dengan nada biasa aja
“bukannya kata lili Andra mau putus..” entah itu pertanyaan atau pernyataan tapi setelah itu tak ada jawaban dari sebrang telepon sana padahal masih nyambung.
Sama-sama diam dalam suasana akward itu, Afifah coba menyesap angin dingin yang berhembus di loteng rumah nya malam itu. Suasana terasa begitu tampak tragis setelah terdengar kalimat di sebrang sana,
“iya…” jawab Andra singkat tapi seperti sirine tanda penderitaan akan mulai dari sini.

Minggu, 18 Juni 2017

Bukber Penjas 2017



Ah, saya belum bercerita tentang foto ini ya, kita adalah kelas penjas A 2014 sedang melaksanakan buka bersama di salah satu teman kami Aditya Octavianto yang rumah nya di daerah cakung, Jakarta Timur. 
Sebenarnya bisa di bilang ini adalah acara wajib tahunannya kelas. Tempat nya pun giliran, kalo tahun kemarin dilaksanakannya di rumah Deshinta di daerah cijantung, Jakarta Timur. 
Ridho Allah, saya untuk buka puasa tahun ini bisa hadir dan ngumpul bareng teman-teman. Kalo tahun kemarin ga bisa hadir karena bentrok sama jadwal latihan. Ga tau kenapa emang tahun sekarang  ini tuh banyak banget acara buka puasa yang waktu nya pas banget luang, jadi bisa ikut termasuk bukber angkatan 2014 satu hari sebelum nya. 
Ngomong-ngomong soal bukber penjas, itu kocak banget deh. Dari mulai acara sampai akhir seperti nya tidak berhenti seneng, ada aja yang bikin ketawa. 
Ternyata kita juga punya kebiasaan "tukeran kado" di acara buka puasa ini yang budget kado nya di tentukan. Biasanya ga mahal minimal harga kado nya Rp. 10.000,- dan di bungkus pake kertas koran supaya ga ketahuan siapa yang ngasih. Isi nya juga macem-macem dan ada beberapa yang bikin ketawa ngakak, beberapa juga ada yang menyelipkan surat di kado nya, ada yang berisi pantun, ada juga yang kata-kata puitis. 
Kalo saya dapet sarung tangan warna hitam, berisi surat. Isi surat nya hanya ucapan selamat, tapi saya tau itu tulus karena saya juga tau siapa yang ngasih. *orang bungkus kado nya bareng (:
Oiya untuk sistem pembagian kado nya di kocok, jadi ga bisa milih sendiri a.k.a semua sesuai takdir. 
Nah lucu nya adalah Risma juga dapet sarung tangan, hanya saja beda nya kalo risma sarung tangan bermotif. Semua nya ketawa bareng, kaya nya mesti banget sama, udah kita sama-sama orang Garut di kelas itu juga. Tidak hanya itu, selesai tukeran kado ada satu acara terakhir lagi, bentuk nya seperti award, pemilihannya di poting lewat tunjuk tangan. Nominasi nya juga lucu-lucu, ada nominasi tercabe, tertatih, tergokil, tercomel, terdiam, dan lain-lain (Yang lainnya saya lupa).
Lucu nya lagi, teman-teman memilih saya dan Risma lagi masuk award terdiam. Mungkin alasennya karena banyak diam di kelas. Hehehe, ya di terima aja itu juga kan penilaian orang lain.  Nah setiap orang yang dapet award itu maju ke depan dan ngomong ke kamera, saat itu vijay bawa kamera untuk mendokumentasikan semua nya. 
Kalo di tanya kenapa terdiam, jawaban saya saat itu adalah "karena yang di hasilkan dari diam itu lebih banyak di banding bicara". Kurang lebih seperti itu. 
Terima Kasih teman-teman PENJAS 2014, semoga kita menjadi manusia yang seutuh nya, mencapai semua tujuan papapun yang ingin di raih. Semuanya yang terbaik, kita luar biasa. 
Siapa kita ???
KITA ADALAH PENDIDIK 

Sabtu, 17 Juni 2017

Tak Bertepi

"Aku rindu..."
"Aku benci rindu."
"Lalu, bagaimana cara ku menebus rindu.."
"Aku lelah dengan rindu..."
Kurang lebih hanya kalimat itu yang menjadi pesan status di BBM. Semua nya seputar rindu, karena aku benar-benar merasakan rindu. Kerinduan untuk bersua, kerinduan untuk bersama. Aku sangat benci jarak, karena dia terlalu lama mengajarkan aku arti sebuah kerinduan. 
Berapa kali aku harus bilang kalo dia terlalu egois memisahkan dan menyisakan rindu. Aku diam saat menuju senja, berharap rindu itu akan segera bertepi kepada pemilik nya. Dia tidak boleh terus mempermainkan sebuah perasaan yang tak bertepi. 

Jumat, 16 Juni 2017

Senam 2 part 1

Welcome hall A 

Apa prespsi lo tentang Hall A? 
Bagi sebagian orang mungkin biasa aja, bagi sebagian orang lagi terasa menyenangkan, dan sebalik nya bagi banyak orang sangat menyebalkan. Mengapa demikian?
Karena presepsi gw kalo ke Hall adalah yang ini 👇
Matras senam vroh
Padahal di hall itu bukan cuma ada matras doang, di sana juga ada meja ping pong (tenis meja), ada juga dinding panjat tebing, dan juga ada lapang buat bulu tangkis. Ya.. begitu lah presepsi orang yang belum lulus senam, kalo liat matras itu like a zombie. 
meja ping pong, dinding buat panjat tebing
Semester 6 ini, gw udah Ke 4 kali nya ngambil mata kuliah teori dan praktek senam artistik atau lebih populer dengan sebutan senam 2. Kenapa senam 2? Karena senam artistik merupakan senam lanjutan dari senam sekolah (senam 1). Sertiap orang pasti punya cerita masing-masing tentang cerita kelulusan mata kuliah ini, banyak yang mengukapkan nya duka suka, karena berduka-duka dulu dan setelah nya bersuka ria karena lulus, banyak yang biasa aja, dan lebih banyak lagi yang justru duka-duka terus lalu lulus mentok dan pas-pas san.
Ya begitu lah dunia pendidikan olahraga, sangat di anjurkan sekali buat nyontek. Tapi tetep diri sendiri yang eksekusi buat nunjukin hasil contekan nya maksimal atau enggak. Bukan cuma pertaruhan menang atau kalah, tapi juga lulus atau enggak.
Fakta nya menyebutkan hasil contekan gw belum berhasil. Gw belum lulus sampe sekarang. Tapi pokok nya gw harus lulus semster ini, dan juga harus jadi semester terakhir gw ngambil mata kuliah ini.
FYI, kalo lo ga lulus mata kuliah ini maka lo ga bisa ngambil kuliah analisis, dan kalo lo ga ngambil kuliah analisis maka ga bisa ngambil PKM (praktek kerja mengajar) dan waktu buat pake toga makin lama lagi. Sedangkan umur semakin nambah, orang tua semakin tua dan keadaan semakin menuntut.
Semester ini gw kebagian kuliah senam hari jum'at pukul 14.00 WIB. Sengaja gw ngambil hari jum'at gapapa lah nutup kegiatan hari aktif dengan bersenam ria, dan nyabut weekend dengan badan pegel-pegel.
9/3 kemaren adalah kuliah senam pertama gw di semester 106 ini, kebetulan kemaren dosen nya ga hadir. Tapi buat adaptasi ke tubuh gw, akhirnya memutuskan buat pemanasan dan melakukan beberapa gerakan senam. salah satu nya adalah yang ini 👇
Handstand
Ini juga salah satu gerakan yang penting, selain merupakan gerakan pertama untuk melakukan senam rangkaian, ini juga sebagai prasyarat buat bisa ujian senam. Kalo handstand ke tembok selama 120 detik tidak berhasil maka otomatis ga bakalan bisa ujian senam rangakaian. 
Kalo di Analisa a.k.a perhatiin gerakan nya masih belum sempurna, tangan kanan lebih lurus di banding tangan kiri, badan nya pun masih kurang lenting, nanti seiring berjalan perkuliahan di perbaiki agar semakin baik dan mendapatkan hasil maksimal. InsyaAllah.